Ada beberapa sistem pertanian yang terdapat di Indonesia, yaitu:
1. Sistem Ladang, ladang berpindah atau shifting cultivation
2. Pertanian Pekarangan
3. Sistem Sawah
4. Pertanian lahan kering atau tegalan
5. Penataan Pertanian (cropping system)
6. Budidaya lain sebagai usaha keluarga seperti: Peternakan, perikanan, perkebynan, dan kehutanan.
Berladang memakan banyak
lahan. Pada tingkat tertentu
harus dikendalikan, karena bila tidak memperhatikan dan menjaga kelestarian
kesuburan tanah akan merupakan ancaman bagi kesejahteraan bangsa dan negara dan
merusak lingkungan
2. Pertanian Pekaragan
Tanah pekarangan walaupuntidak luas amat besar artinya, karena dapat merupakan gudang persediaan untuk kebutuhan sehari-hari bagi keluarga yang mengusahakan.
Tanah pekarangan dapat merupakan tambahan sumber makanan, obat-obatan dan sumber keuangan.
Masalahnya : belum semua rumah tangga terutama di perdesaan memanfatkan pekarangan secara optimal.
3. Pertanian Sistem Sawah
Tanah sawah dapat dibedakan menjadi :
Keberhasilan tanah sawah tergantung pada pengaturan irigasi.
Irigasi merupakan syarat mutlak untuk peningkatan produksi padi
Masalah utama sistem sawah:
1.Irigasi – pengairan
2. Sistem penataan tanaman (cropping system). Tanah sawah yang terus menerus ditanami padi akan mendatangkan kesulitan yaitu merosotnya kesuburan tanah, pengotoran tanah, merajalelanya hama penyakit.
4. Pertanian Lahan Kering
Pola pertanaman pada pertanian tegalan beraneka ragam, hal ini disebabkan:
Hal terpenting yang perlu diperhatikan dalam pertanian tegalan adalah penataan tanaman, supaya tidak terjadi kemunduran kesuburan tanah,berkembangnya hama penyaskit, terjadinya tanah kosong dll.
5. Penataan Pertanian
Cropping system:
Cara pengaturan dan pemilihan jenis tanaman yang diusahakan pada sebidang tanah tertentu pada jangka waktu tertentu.
Manfaat penataan pertanaman:
1. Meningkatkan curahan tenaga kerja keluarga.
2. Memperkecil resiko kegagalan.
3. Mempertinggi lumbung pangan
4. Menjaga kesuburan tanah
5. Mencegah hama dll




Posting Komentar