keterangan

Persebaran Fauna di Indonesia

Indonesia merupakan pertemuan dua wilayah biogeografi utama, yaitu Oriental dan Australia. Pemisahan fauna di Indonesia diperkenalkan oleh Alfred Russle Wallace (1845-1913) seorang naturalis Inggris. Garis Wallace memisahkan paparan sunda yang terdiri atas pulau Pulau Jawa , Bali, Kalimantan, dan Sumatera dengan wilayah peralihan yang terdiri atas Nusa Tenggara, dan Pulau Sulawesi. Garis Weber memisahkan wilayah peralihan dengan paparan sahul yang terdiri atas Kepulauan Maluku dan Papua.

Persebaran fauna di Indonesia

Pola persebaran fauna di Indonesia sangat dipengaruhi oleh persebaran tumbuhan, kondisi geografis Indonesia yang berada di antara Benua Asia dan Australia, serta kondisi geologis Indonesia yang berada pada dua landas kontinen (continental shelf) yaitu landas kontinen Asia di bagian barat dan landas kontinen Australia di Indonesia bagian timur.






Gambar 3.1 Peta Persebaran Fauna di Indoneisa



a. Tipe Indonesia Barat, tipe hewan ini memiliki kesamaan dengan hewan di daratan-asia. Hal ini disebabkan pada zaman glasial kawasan Indonesia barat, seperti Pulau jawa, Kalimantan dan sumatera pernah bersatu dengan daratan asia. Faunanya terdiri atas gajah, harimau, badak, tapir, rusa, beruang madu, orangutan, burung merak, siamang, owa jawa, dan macan tutul.

b. Tipe Indonesia Tengah, tipe hewan di wilayah peralihan berbeda dengan Tipe Indonesia Barat maupun Timur. Hewan disini merupakan wilayah peralihan antara tipe oriental ke tipe austrialis, sehingga memiliki khas tersendiri. Hewan Tipe Peralihan miskin akan spesies namun banyak memiliki spesies yang tidak terdapat di wilayah lain sehingga memiliki tingkat endemisitas yang tinggi. Persebarannya meliputi wilayah Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara. Hwean tipe peralihan antara lain anoa, kuda, dige, tangkasi, babi rusa, komodo, dan burung maleo.

 

Gambar 3.2 Anoa

c. Tipe Indonesia Timur, Tipe Indonesia Timur disebut juga Tipe Australia meliputi papua dan pulau-pulau di sekitarnya. Hewan Indonesia timur antara lain burung cendrawasih, kasuari, kangguru, walabi, kuskus, dan koala.

Selain fauna khas, di Indonesia juga terdapat jenis burung akibat migrasi. Indonesia menerima migrasi burung dari dua daerah sekaligus, dari utara dan dari selatan. Migrasi dari utara dilakukan melalui jalur palerartik atau asia timur. Sebaliknya burung yang bermigrasi dari selatan menggunakan jalur Australo-Papuan pada saat musim dingin selatan.











Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Katalog Geografi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger