keterangan
Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Lithosfer dan Pedosfer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lithosfer dan Pedosfer. Tampilkan semua postingan

Lipatan dan Patahan



Lipatan dan patahan merupakan hasil dari gerak orogenetik, yaitu gerak kulit bumi dalam jangka waktu yang singkat dan wilayah yang sempit yang mengakibatkan perpindahan dan perubahan bentuk muka bumi. untuk lebih jelasnya menegenai lipatan dan patahan, berikut adalah penjelasannya:



a) Proses lipatan (Folded process)

Proses lipatan (Folded process) yaitu suatu bentuk kulit bumi berbentuk lipatan (gelombang) yang terjadi karena adanya tenaga endogen yang arahnya mendatar dari dua arah berlawanan, sehingga lapisan-lapisan batuan di sekitarnya terlipat dan membentuk puncak lipatan (antiklin) serta lembah lipatan (sinklin). Fenomena ini dapat Kalian saksikan apabila melewati jalan yang menerobos dua bukit, maka nampak pada sisi kiri kanan jalan singkapan kerak bumi berupa lapisan bergelombang, ada bagian yang naik dan adapula yang turun. Itulah salah satu gejala lipatan.Apabila terbentuk beberapa puncak lipatan disebut antiklinorium dan beberapa lembah lipatan disebut sinklinorium.

Struktur lipatan


b) Patahan (Fault Process)

Tenaga endogen yang bekerja di sini biasanya pada batuan yang padat dan keras dengan waktu relatif cepat sehingga lapisan batuan yangterkena tekanan tidak sempat melipat, melainkan retak-retak sampai akhirnya patah. Akibat pematahan massa batuan tersebut, terdapat bagian muka Bumi yang mengalami penurunan atau pemerosotan membentuk lembah patahan. Coba perhatikan gambar penampang di bawah ini!





GERAK EPIROGENETIK DAN OROGENETIK

 Gerak epirogenetik dan orogeneitk merupakan gerak kulit bumi yang disebabkan oleh tenaga tektonisme.Tektonisme adalah tenaga dari dalam bumi yang mengakibatkan perubahan letak (dislokasi) atau perubahan bentuk (deformasi) kulit bumi.

Berdasarkan luas dan waktu terjadinya, gerakan tektonisme dapat dibedakan menjadi dua, yaitu gerak epirogenetik dan gerak orogenetik.

1) Gerak epirogenetik

Gerak epirogenetik merupakan pergerakan kulit bumi yang berlangsung secara lambat dan meliputi wilayah yang luas. Gerak epirogenetik dibedakan menjadi dua yaitu gerak epirogenetik positif dan gerak epirogentik negatif. Gerak epirogentik positif merupakan pergerakan turunnya permukaan daratan sehingga seolah-olah air laut terlihat naik. Sedangkan epironegesa negatif merupakan pergerakan naikknya daratan sehingga seolah-olah air laut surut atau mengalami penurunan.

http://
2) Gerak orogenetik

Gerak orogenetik merupakan pergerakan kulit bumi yang berlangsung secara cepat dan meliputi wilayah yang sempit. Gerak orogenetik menyebabkan tekanan horizontal dan vertikal di kulit bumi, yang mengakibatkan terjadinya dislokasi atau berpindah-pindahnya letak lapisan kulit bumi. Peristiwa ini dapat menimbulkan lipatan (folded process) dan patahan (foult Process)


TENAGA GEOLOGI

Tenaga geologi adalah tenaga yang mempengaruhi terbentuknya muka bumi, baik yang berasal dari dalam maupun luar bumi. Secara umum tenaga geologi dibagi menjadi dua, yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen. Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi. Sedangkan tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar permukaan bumi. tenaga endogen adalah tenaga awal yang membentuk relief permukaan bumi daratan dan lautan, dapat berupa tektonisme,vulkanisme, dan seisme (gempa bumi).  Sedangkan Tenaga eksogen dapat dikatakan sebagai tenaga yang mengubah bentuk permukaan bumi yang sebelumnya telah dibentuk oleh tenaga endogen. Tenaga eksogen bekerja di atas permukaan bumi, berupa pelapukan, erosi, masswasting, dan sedimentasi.


 

 

1.    Tenaga Endogen

Proses endogen merupakan dinamika di dalam litosfer sebagai akibat proses fisika dan kimia, berupa tekanan terhadap lapisan- lapisan batuan pembentuk litosfer atau aktivitas magma. Tenaga endogen berupa tekanan yang arahnya vertikal dapat mengakibatkantonjolan di permukaan Bumi seperti kubah, sedangkan yang arahnya mendatar mengakibatkan lipatan-lipatan muka Bumi (jalur pegunungan lipatan), retakan bahkan pematahan lapisan-lapisan litosfer sehingga terbentuk sesar. Seperti yang sudah dijelaskan diatas bawa tenaga endogen dibagi menjadi tiga, yaitu tektonisme, vulkanisme, dan seisme.

2.    Tenaga Eksogen

Tenaga eksogen merupakan tenaga pembentuk permukaan bumi yang berlawanan dengan tenaga endogen. Tenaga eksogen berasal dari luar bumi dan bersifat merusak. Tenaga eksogen berasal dari unsure atmosfer, hidrosfer, dan biosfer. Tenaga eksogen yang mempengaruhi bentuk permukaan bumi terdiri dari pelapukan, pengikisan, sedimentasi, dan maasswasting.

 

Jenis Batuan

Batuan adalah bahan alamiah yang menyusun bumi. Sebagian besar batuan tersusun secara fisik dari campuran mineral. Beberapa batuan tersusun dari sejnis mineral saja, beberapa yang lain dibentuk oleh gabungan beberapa mineral.

1.    Jenis Batuan

Terdapat tiga jenis batuan yang menyusun lapisan kulit bumi, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf.

 

a.    Batuan Beku (igneus rocks)

Batuan beku merupakan batuan yang terbentuk dari proses pembekuan magma. Proses pembekuan magma sendiri dapat terjadi di tiga tempat sehingga menghasilkan tiga jenis batuan beku, yaitu batuan beku dalam, batuan beku gang, dan batuan beku luar.

1)    Batuan beku dalam (plutonik)

Batuan beku dalam terjadi di dalam dapur magma, dimana magma belum bergarak menuju ke permukaan bumi namun sudah mengalami pembekuan. Akibat lokasinya yang berada jauh dari permukaan bumi sehingga pembekuan terjadi dalam waktu yang lama dan menghasilkan batu dengan Kristal yang berukuran besar. Contoh batuan beku dalam adalah granit, diorite,gabro, peridotit.

 

2)    Batuan beku gang/korok/celah (Hypabisal)

Batuan beku korok merupakan batuan beku yang proses pembekuannya terjadi saat magma dalam proses perjalanan menuju permukaan bumi melalui celah-celah retakan. Dikarenakan letaknya yang lebih dekat dengan permukaan bumi sehingga strukturnya beraneka ragam dan perpaduan berbagai ukuran kristal. Contoh batuannya adalah  Ryolit porfir, Andesit porfir dan Basalt porfir.

3)    Batuan beku luar (vulkanik)

Batuan beku luar merupakan jenis batuan yang terbentuk akibat pembekuan magma di permukaan bumi. Proses pembekuan yang berlangsung di permukaan bumi menyebabkan proses pembekuan berjalan dengan cepat dan tidak membentuk struktur kristal. Contoh batuan beku luar adalah: batu apung (pumice), scoria, piroklastik, obsidian, ryolit, andesit dan basalt.


 

Gambar 1.2. Batuan beku

 

b.    Batuan Sedimen (Sedimentary rock )

Batuan sedimen merupakan batuan yang terbentuk akibat proses sedimentasi/pengendapan. Berdasarkan proses terbentuknya batuan sedimen dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu batuan sedimen organik, batuan sedimen, klastik, dan batuan sedimen kimiawi, sedangkan berdasarkan tempat pembentukannya dapat diklasifikasikan menjadi lima jenis yaitu batuan sedimen fluvial, batuan sedimen marine, batuan sedimen glasial, batuan sedimen teristrial, dan batuan sedimen limnis.

 

Berdasarkan proses pembetukannya:

1)    Batuan sedimen organik

Batuan sedimen organik merupakan batuan yang terbentuk dari sisa-sisa jasad makhluk hidup yang telah mati. Contoh batuan sedimen organic adalah batu kapur yang berasal dari sisa-sisa tulang binatang laut, fosfat yang berasal dari kotoran burung, dan batu bara yang berasal dari tumbuhan.

2)    Batuan sedimen klastik

Merupakan batuan sedimen yang terbentuk dari hasil pelapukan klastik/ mekanik/fisika. Contoh batuan ini adalah batu pasir, batu konglomerat, dan batu breksi.

3)    Batuan sedimen kimiawi

Batuan sedimen kimiawi pada pengendapannya terjadi pengendapan proses kimiawi, seperti penguapan, pelarutan, dan dehidrasi. Contoh : Batu gamping (limestone),  dolostone, rijang (chert) batuan evaporit

 

Berdasarkan tempat pengendapannya:

1)    Batuan sedimen fluvial

Adalah batuan sedimen yang tempat pengendapannya berada di sungai. Contoh batuan ini adalah batu konglomerat dan batu breksi

2)    Batuan sedimen marine

Adalah batuan sedimen yang tempat pengendapannya berada di dasar laut. Contoh batuan ini adalah batu kapur

3)    Batuan sedimen glaisal

Adalah batuan sedimen yang proses pembentukannya terjadi di wilayah es/salju. Contoh batuan ini adalah batu morena

4)    Batuan sedimen teristrial

Adalah batuan sedimen yang proses pembentukannya terjadi di daratan. Contoh batuan ini adalah batu lempung

5)    Batuan sedimen limnis

Adalah batuan sedimen yang proses pembentukannya terjadi di danau atau rawa. Contoh batuan ini adalah batu lumpur


 

Gambar 13. Batuan sedimen

 

c.    Batuan Metamorf (Metamorphic Rock)

Batuan metamorf adalah batuan yang telah mengalami perubahan wujud atau metamorfosa. Batuan metamorf dapat di klasifikasikan menjadi tiga yaitu batuan metamorf kontak, dynamo, dan pneumatolitik.

1)    Batuan metamorf kontak

Merupakan batuan metamorf yang terbentuk akibat adanya pemanasan atau suhu dalam jangka waktu yang lama. Contoh batuan ini adalah batu marmer

2)    Batuan metamorf dinamo

Merupakan batuan metamorf yang terbentuk akibat adanya proses penekanan terhadap batuan oleh lapisan yang ada di sekitarnya. Contoh batuan ini adalah batu sabak.

 

3)    Batuan metamorf pneumatolitik

Merupakan batuan metamorf yang terbentuk akibat adanya pemanasan atau suhu serta masuknya zat tertentu kedalam batuan selama proses metamorfosa. Contoh batuan ini adalah topaz dan tumalin. 



Gambar 1.4. Batuan metamorf

Jenis-Jenis Batuan

 A. Batuan Beku


Merupakan batuan yang terbentuk akibat proses pembekuan magma. pembekuan magma bisa terjadi di dalam dapur magma, saat perjalanan magma keluar, maupun saat magma sudah sampai di permukaan bumi. Berdasarkan tempat pembekuannya, batuan beku dibagi menjadi 3, yaitu:

1. Batuan Beku Dalam : membeku di dalam dapur magma, lambat, kristal besar.

2. Batuan Beku Gang : membeku dalam perjalanan keluar, kristal besar dan kecil (campur)

3. Batuan Beku Luar : membeku di permukaan bumi, cepat, kristal kecil bahkan tidak mengkristal 


B. Batuan Sedimen 

Batuan yang terbentuk akibat proses sedimentasi (pengendapan) 

Klasifikasi Batuan Sedimen:


1. Berdasarkan Tempatnya

    a. B.S Aluvial/Fluvial :di sungai -> Konglomerat, Breksi 

    b. B.S Terestris : di darat -> tuff 

    c. B.S Marine : di laut -> kapur 

    d. B.S Glasial : di daerah es -> morena 

    e. B.S Limnis : di rawa atau danau -> gambut 


2.Berdasarkan prosesnya

- B.S klastik : batuan asal menglami penghancuran klastik (pelapukan fisik), kemudian mengendap

- B.S kimiawi : batuan sedimen yang terbentuk karena proses kimiawi

- B.S organik : batuan sedimen yang berasal dari makhluk hidup yaitu sisa” binatang seperti kerang dan karang.


C. Batuan Metamorf

Batuan yang terbentuk akibat proses metamorfosis (perubahan wujud)

- Batuan Metamorf Kontak (Thermal) : terbentuk akibat “suhu” yang tinggi dari dalam bumi. Ex: kapur menjadi marmer, granit menjadi intan

- Batuan Metamorf Dinamo (Dinamik) : terbantuk akibat “tekanan” oleh lapisan di atasnya. Ex : Tanah liat menjadi batu sabak (batu tulis)

- Batuan Metamorf pneumatolotik : terbentuk akibat “suhu dan penambahan unsur zat”. Ex: Kuarsa + unsur bolivium -> turmalin, kuarsa + unsur fluvium -> topaz


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Katalog Geografi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger